Inilah kumpulan cerita-cerita lucu yang saya kumpulkan..................
semoga menyenangkan....
|
||
| Seorang ibu gendut sedang berjalan tapi ia merasa ada anak kecil yang mengikutinya di belakang. Kemudian ia berhenti dan bertanya ke anak kecil tersebut: "Hey, nak. Kamu dari tadi mengikuti aku terus adakah yang kamu inginkan dari saya?" Anak Kecil : "Oh tidak Bu." Ibu Gendut : "Lalu apa yang kamu mau?" Anak Kecil : "Saya hanya merasa teduh berjalan di belakang Ibu." |
|
||
| Gadis pirang (blonde) entah mengapa memang selalu di kaitkan dengan ketololan
di negeri Paman Sam sana. Nah, Suatu hari seorang gadis pirang ingin membeli TV
di sebuah toko elektronik. Pemilik toko tersebut entah mengapa menolak dan mengatakan
bahwa toko tersebut tidak melayani gadis pirang.
Keesokan harinya si gadis datang lagi dengan rambut yang telah diwarnai hitam. Namun, si pemilik tokok tetap menolak dan memberinya alasan sama : "Maaf kami tidak melayani pelanggan gadis pirang!" Keesokan harinya si gadis tak habis akal dan ia membotaki kepalanya, namun ia tetap diberi jawaban sama. Si gadis pun bertanya bagaimana si pemilik toko tetap mengenalinya. Jawab si pemilik toko : "Mudah kok, dari pertama datang yang kamu sebut TV itu sebenarnya microwave." |
|
||
| Mobil Santi sudah sering mengalami kerusakan dan setiap mengalami masalah dia
selalu menelepon Dono untuk menolongnya.
Suatu hari Dono menerima telepon dari Santi. "Sekarang ada apa lagi dengan mobilmu itu?" tanya Dono. "Remnya blong," kata Santi. "Bisa nggak kamu datang kemari?" "Sekarang kamu ada di mana?" tanya Dono. "Aku ada di dalam Apotik Sehat Selalu, Jln Teratai No.5," kata Santi. "Lalu mobilnya dimana?" tanya Dono. "Ada di dalam apotik juga!" ???@##$@@@!!!! |
|
||
| Dua orang Managing Editor Penerbitan buku bertemu di luar tempat Praktek Psikiater.
"Hallo," kata Editor Pertama. "Aku sama sekali tidak mengira akan bertemu denganmu di sini. Kau akan masuk atau baru saja keluar?" "Kalau aku tahu itu," kata Editor yang ke dua, "Aku tidak akan berada di sini." |
|
||
| Pada suatu hari seorang wartawan mewawancarai seorang penyerang sepakbola.
Wartawan : "Anda berposisi di lini mana?" Penyerang: "Lini penyerang donk!" Wartawan : "wah anda memang cocok menduduki posisi itu karena badannya besar,tegap,dan wajahnya sangar namun ngomong-ngomong anda penyerang apa ya tengah atau depan?" Penyerang: "Bukan tapi penyerang wasit" Wartawan : "!!!???@@!!" |
|
||
Pewawancara : "Berapa 100 ditambah 100?"
A : "250, Pak"
Pewawancara : "Maaf, Anda tidak diterima. Alasannya, Anda bermental korupsi"
Si A keluar ruangan.
Si B memasuki ruangan
Pewawancara : "Berapa 100 ditambah 100?"
B : "150, Pak"
Pewawancara : "Maaf, Anda tidak diterima. Alasannya, Anda merugikan negara."
Si B keluar ruangan.
Si C memasuki ruangan
Pewawancara : "Berapa 100 ditambah 100?"
Si C : "Terserah Bapak. Saya siap melaksanakan"
Pewawancara : OK! Anda diterima sebagai PNS! Alasannya, Anda penuh pengertian
|
||
"Kalau cuma ngunyah permen karet sih, nggak apa-apa. Tapi bagaimana caranya mengeluarkan permen karet itu dari lubang telingaku?"
|
||
"Kita tidak ada lowongan pekerjaan," kata mereka.
"Anda tidak bisa menolak saya. Saya bisa menjual apapun, kapanpun kepada diapapun."
"Okelah kalau begitu, kami memiliki 2 prospek yang tidak ada seorangpun yang bisa menjualnya. Jika kamu bisa menjual satu saja, kamu dapat pekerjaan di kantor ini." Orang itu akhirnya pergi selitar 2 jam, dan kembali membawa 2 cek, satu senilai 800 juta dan satu cek lagi senilai 500 juta.
"Bagaimana kamu bisa melakukannya?" kata mereka sambil terkejut.
"Saya sudah bilang kalau saya adalah salesman terbaik di dunia. Saya bisa menjual kepada setiap orang apapun dan kapanpun."
"Apakah kamu membawa sampel urine (air kencing)?"
"Buat apa?" kata salesman itu.
"Begini, jika kamu menjual polis di atas 300 juta, perusahaan memerlukan sampel urine untuk uji kesehatan. Bawa 2 botol ini dan kembali lagi untuk membawa sampel urin."
Orang itu pergi sekitar 8 jam, dengan membawa 2 jerigen ukuran 20 liter, di tangan kanan dan kiri. Dia menaruh jerigen tersebut dan kemudian mengambil botol di sakunya dan berkata, "Yang di botol ini adalah urine Bapak Jono, dan ini urine Bapak Paijo."
"Itu bagus," kata mereka, "Tapi apa yang ada di 2 jerigen ini?"
"Saya tadi melewati gedung sekolah dan mereka sedang mengadakan pertemuan guru se-provinsi dan saya menjual polis group kepada mereka."
|
||
Fisika itu mengisi gelas dengan air, memasukkan bola dalam air, dan mengukur perpindahan total.
Insinyur mengetahui volume bola dengan membaca model dan nomor seri di bola karet merah tersebut.
|
||
5...4...3...2...1... Roket meluncur mulus diatas Indonesia dan setelah makan siang semur jengkol buatan ibunya, inilah saat-saat yang ditunggu: spacewalk.
Sang astronot, bersiap dipintu pesawat, melangkah dengan gagah sambil berkata: "Lompatan kecil inilah lompatan terbesar bangsa Indonesia."
Sang astronaut lalu segera berjalan di ruang angkasa sambil memotret candi Borobudur. Tiba-tiba sang astronot tidak bergerak.
Radio tidak bisa dihubungi. Karena panik sang astronot segera ditarik masuk kembali ke pesawat dalam keadaan pingsan.
Setelah sadar, sang astronot ditanyai oleh komandan misi.
Komandan: "Apa yang terjadi? Apakah kamu kena radiasi?"
Astronot: "Saya kentut, bau jengkol sampai pingsan."
Komandan: "??!!!!.. malu-maluin negara aja lo!!"
Di pusat kendali Bumi, 1 orang ilmuan cekikikan
Ilmuan: "Hehehe, kan gue korupsi filter udaranya!"
|
||
Tomy menjadi heran "Tapi kenapa mobil-mobil lainya boleh parkir di sini??" tanya Tomy kembali.
"Karena mereka tidak bertanya terlebih dahulu" sahut polisi.
|
||
Rahmat : "Ya tetep begini-begini aja. Seperti yang kamu lihat ini..."
Joni : "Lha gimana sih? Harusnya itu kalau kerja yang serius!! supaya bisa dapet uang banyak!!"
Rahmat : "Sebenernya kalau masalah kerja, aku udah serius, tapi apa daya, aku masih tetapp kekurangan. Istriku juga masih sering ngomel..."
Joni : "Jaman sekarang itu kalau kerja jujur itu gak bakal dapt apa-apa!! Gak bakal bisa nyukupin kebutuhan sehari harimu!"
Rahmat : "Maksudnya?"
Joni : "Begini, aku beri tahu rahasianya ya? Contonya aku, kerjaanku cuman kecil-kecilan di kantor, tapi gimana caranya supaya aku bisa dapat uang tambahan buat ngecukupin kebutuhan sehari hari. Maka dari itu, hidupku skeluarga bisa kecukupan. Gak kayak kamu."
Rahmat : "Emang caranya gimana, Jon?! Aku ajarin donk supaya bisa makmur kaya kamu sekarang. Kalau aku cuma berharap dari bosku sekarang juga gak mungkin cukup!!"
Joni : "Caranya gampang banget, Mat. KORUPSI. Coba dulu, kecil-kecilan saja. Kecil-kecilan supaya tidak ketahuan."
Rahmat : "KORUPSI??!!! Gila kamu??!!"
Joni : "Iya! kaya yang di TV itu lho. Orang-orang kelas atas kan korupsinya gede-gede tuh. Nah, kita-kita yang kecilan saja. Kalau aku biarpun kecil, tapi bisa nyukupin kebutuhan sekeluarga... Ayo, kamu mesti bisa kok. Inget lagi kebutuhanmu yang jauh dari kata 'terpenuhi'..."
Rahmat : "Bentar dulu, Jon. Sebenarnya aku setuju dengan usulmu yang satu ini. Tapi masalahnya, aku gak bakal bisa deh kalo mau korupsi di tempat kerjaan..."
Joni : "Koq bisa?! ada apa gerangan??! Emang pengawasan di kantormu ketat?? Udah ada yang ketahuan korupsi?? ato diawasin sama KPK??"
Rahmat : "Bukan masalah itu..."
Joni : "Terus?? Masalah apa lagi yang kamu pusingin??"
Rahmat : "Aku ini kerjaanya ikut orang, jasa sedot tinja. Nah kalo begitu, apaan yang mau dikorupsi??!! Tiap hari ane ngubek-ubek tinja orang."
Joni : "???"
|
||
Gustav : "Rasanya begitu."
Erwin : "Salah. Sebenarnya, ban belakang Anda selalu berpikir keras, bagaimana caranya agar bisa mendahului ban depan. Makanya dia cepat gundul."
|
||
"Saya sudah mengoperasikan hotel ini selama bertahun-tahun. Sejauh ini, tidak pernah ada kejadian ada anjing mengutil handuk, seprai, atau mecuri kerajinan perak dan lukisan yang dipajang di dinding. Juga tidak pernah mengusir anjing tengah malam yang muncul dalam keadaan mabuk atau melanggar aturan. Saya pun tidak pernah mengalami ada anjing kabur tanpa bayar sewa hotel. Singkat cerita, anjing anda sangat diterima di hotelku. Dan jika anjing anda memang bisa menjamin, yah... Andapun welcome to stay here."
|
||
"Maaf, Pak! Saya bisa menjelaskan, anda tahu saya sedang apel ke rumah pacar dan terlambat. Saya mengejar bus tapi ketinggalan, saya naik gerobak sapi tapi patah, akhirnya saya menemukan peternakan dan meminjam kuda, namun kuda itu akhirnya meninggal di jalan, akhirnya saya lari 10 kilometer, dan sekarang saya sampai di sini."
Sang Jenderal sangat skeptis dengan penjelasan itu, namun karena dia sudah tiba di situ, akshirnya dia mengijinkan sang prajurit masuk. Beberapa saat kemudian, ada delapan prajurit yang datang dengan keadaan yang sama, dan sang Jenderal menanyakan kenapa mereka terlambat.
"Maaf, Pak! Kami sedang apel ke rumah pacar dan terlambat. Kami mengejar bus tapi ketinggalan, kami naik gerobak sapi tapi patah, akhirnya kami menemukan peternakan dan meminjam kuda, namun kuda itu akhirnya meninggal di jalan, akhirnya kami lari 10 kilometer, dan sekarang kami sampai di sini."
Sang Jenderal memandangi mereka, merasa sangat skeptis namun karena orang pertama diijinkan masuk, akhirnya mereka juga diijinkan masuk. Akhirnya, tentara ke-10 datang dengan nafas tersengal-sengal.
"Maaf, Pak! Saya sedang apel ke rumah pacar dan terlambat. Saya mengejar bus tapi ketinggalan, saya naik gerobak sapi..."
"Coba saya tebak," kata Jenderal, "gerobaknya rusak."
"Tidak, Pak..." kata prajurit, "ada banyak kuda yang mati di jalan, sehingga memerlukan waktu lama untuk menyingkirkannya..."
|
||
Sementara masih ada orang tua yang sedikit-sedikit maunya marah. Memang sih, maksudnya baik, tapi caranya mungkin yang kurang pas. TV Ada Warnanya
Padahal ada juga sih, orang tua yang berwarna (maksudnya wajahnya jadi merah kalau lagi ngomel).
TV Bisa Menghibur
Orang tua juga mampu menghibur, tapi paling-paling hanya sampai 2 jam saja. Kalau TV kan bisa berjam-jam.
TV Tidak Banyak Bertanya
Kalau pun bertanya, si anak tidak perlu takut salah memberi jawaban karena TV-nya tidak mendengar jawaban mereka.
TV Tidak Pernah Menyuruh Bobo Siang
Kalau itu sampai terjadi, tentu saja TV-nya tidak ada yang nonton.
TV Tidak Pernah Menyuruh Mengepel Lantai
Meskipun ada iklan yang menggambarkan bagaimana cara mengepel lantai dengan baik dan benar.
TV Tidak Sering Tanya PR
Kecuali acara pendidikan. Selebihnya adalah pertanyaan: "Ke mana acara liburanmu besok?"







2 comments:
Hahahaha......
Lucu!!! Lucu!!
Tambah lagi donk..!??
Lanjutkan...!!
SOPPENG JUGA BISA.....
Post a Comment